Amos, pengerajin batu Suiseki Balige

amos tengah kerja

amos tengah kerja

Bengkel kerja kerajinan batu Suiseki (batu pasir) milik Amos Nadine Sembiring (35) , kini mulai hidup lagi. Setelah sempat ‘kosong’ berbulan-bulan lamanya. Bukan karena Amos malas atau kehabisan ide menjadikan batu Danau Toba ini menjadi beraneka pernak-pernik perhiasan, atau minat pasar yang lesu. Ternyata alasannya adalah karena terbentur modal kerja. “Saya harap pemerintah atau siapa saja yang mau membantu usaha ini , memberikan perkuatan modal dan memfasilitasi pelatihan kerja di Semarang,” kata Amos kepada www.kecamatanbalige.com yang berkunjung ke bengkel sederhananya di Desa Lumban Silintong,Kecamatan Balie,Kabupaten Toba Samosir Senin (25 / 8).

dua hasil karya

dua hasil karya

Menurut Amos , daerah pantai Lumban Silintong Balige ini sangat kita syukuri karena kaya dengan alamnya. Selain potensi pemandangan Danau Toba , juga memberikan batu pasir yang dapat kita angkat (olah) menjadi hiasan sehingga suatu saat dapat menjadi salah satu souvenir khas dari Balige.” Kemungkinan batu pasir ini adalah hasil letusan gunung berapi lalu mengendap selama ribuan tahun , terus dibentuk oleh alam seperti terkikis oleh hujan,ombak, pasir .Dan setelah saya amati di beberapa daerah lainnya, ternyata hanya di disini terdapat jenis batu pasir ini,” terang Amos.

Bapak dari Puja Sandoa (8), Yeremia(6) dan Kristin Abigail (5) hasil perkawinannya dengan Kartini Siahaan (31) ini di sela-sela percakapan tak lupa juga memberikan perhatian kepada anak-anaknya. “Nang, lihat dulu adikmu,” katanya kepada Puja yang bersekolah di SDN07 Sangkarnihuta. Sementara isterinya mengurusi usaha mereka Holiday Cafe yang berdekatan dengan bengkel dan tempat tinggalnya.

Dari lokasi pantai di sekitar Cafe Holiday inilah, batu pasir diperolehnya. ” Makanya saya kurang setuju dengan penembokan tepi pantai yang berakibat menghambat siklus ombak pantai yang membawa batuan ini.Jadi di tempat saya ini tidak saya buat temboknya,” kata Amos lagi.

Untuk mengolah batu Lumban silintong ini menjadi souvenir, Amos mantan Ketua Karang Taruna ini ,memakai cara manual. Ia mengeluh sebab dengan cara manual tidaklah menguntungkan karena seringnya mata bor patah.

Untuk menghindari kerugian,selama ini, sering ia bekerja malam hingga pagi hari. Alasannya ia butuh ketenangan untuk konsentrasi menghindari patahnya mata bor manualnya.Mata bor ini yang relatif mahal mencapai Rp.15.000 per buah. Namun tetap saja tidak memuaskan. Apalagi bila ada orderan yang cukup besar untuk souvenir seminar dan pesta kawin.Bila ada order, 15 orang anak muda binaannya siap membantunya.

Bila ada bantuan modal,ia akan melengkapi alat bor digital, jigsaw (alat spt gergaji untuk membentuk batu)

Kemana pemasarannya?

Amos bercerita. Soal pemasaran suiseki ini sudah jelas. Bahkan dengan merendah ia mengatakan Disainer Merdi Sihombing, Martha Ulos di Jakarta sudah pernah kontak dengannya. Sejumlah orang asing seperti Jerman dan Jepang juga sudah pernah melihat hasil karyanya melalui beberapa pameran.

Karya yang unik, ada nggak?

Amos mengatakan, batu pasir yang unik ada semisal Pepana yaitu asalnya dari kayu berobah jadi fosil batu dan Embber yang berasal dari getah. Jenis Pepana pernah diberikan kepada Wakil bupati Toba Samosir pada Tahun 2005 yang lalu.

O, ya saat ini Amos sedang ikut lomba Usaha Kecil Menengah (UKM) versi Bank Sumut. Minatnya tergugah, kembali jadi hidup berkat diundang hadir pada talkshow Radio Karisma Balige dengan narasumber lainnya Camat Balige Budiyanto Tambunan, Koordinator Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kecamatan Balige Ny Romayeni Budiyanto Tambunan dan B.Lubis dari Bank Sumut. (rikardosimamora)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s